
Oleh: Divisi Media
Dipelopori oleh beberapa tokoh birokrat, ilmuwan dan mahasiswa Indonesia yang ada di Kuala Lumpur dan sekitarnya, ICMI Orwil Malaysia telah berdiri pertama kali pada tahun 1996. Setelah mengalami masa pasang surut keorganisasian dan hibernasi selama lebih dari dua puluh tahun, ICMI Orwil Malaysia kini dihidupkan kembali di bawah kepemimpinan Ketua Umum Prof. Dr. Arif Satria.
Peresmian dan pelantikan Pengurus Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) dilaksanakan pada 5 September 2024 di Gedung Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) disaksikan langsung oleh Duta Besar LBBP RI Dato’ Indera Hermono.
Acara pelantikan 27 orang majelis pengurus ICMI Organisasi Wilayah Malaysia untuk periode 2024-2029 itu dipimpin langsung oleh Ketua Umum ICMI Pusat Prof Dr. Arif Satria, dan disaksikan oleh pejabat KBRI Kuala Lumpur yakni Koordinator Fungsi Pensosbud KBRI Kuala Lumpur, dan Atase Pendidikan dan Kebudayaan Prof Muhammad Firdaus, serta para staf KBRI Kuala Lumpur dan seluruh majelis pengurus ICMI Malaysia. Dilantik sebagai Ketua ICMI Orwil Malaysia adalah Assoc. Prof. Dr. Sonny Zulhuda, dosen di Fakultas Hukum International Islamic University Malaysia.
Ketua Umum ICMI Pusat, Prof Arif Satria, menyampaikan ucapan selamat atas pelantikan pengurus ICMI Malaysia seraya menyampaikan bahwa pelantikan ini merupakan momen penting untuk melanjutkan visi besar yang digagas oleh B.J. Habibie yakni bahwa kepengurusan ICMI yang baru diharapkan mampu mengemban amanah, untuk menyatukan keislaman dan kecendekiawanan dalam rangka memajukan umat dan bangsa, dengan langkah-langkah strategis yang dapat mewujudkan perpaduan antara nilai-nilai spiritual dan intelektual.
Prof Arif Satria menuturkan “ICMI memiliki konsep 5k yaitu kualitas iman, kualitas pikir, kualitas kerja, kualitas karya, dan kualitas hidup, dapat menjadi landasan yang sempurna dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang mampu mengintegrasikan iman, takwa, dengan ilmu pengetahuan dan teknologi. Prof Arif Satria menekankan peran ICMI dalam menjembatani koneksi antara kecendekiawanan dan politik guna menciptakan perubahan yang signifikan untuk perwujudan visi Indonesia Emas 2045.”
Pada sambutannya, Dubes Dato’ Indera Hermono menyampaikan “ICMI akan dapat menjadi mitra KBRI dengan memberikan kontribusi masukan-masukan secara konkrit pada upaya penyelesaian permasalahan di Malaysia khususnya di bidang ketenagakerjaan, penguatan akses pendidikan bagi anak pekerja migran tidak berdokumen di Malaysia, dan bidang-bidang lainnya untuk kepentingan nasional RI.” Selain itu, ICMI diharapkan menyusun rencana kerja yang dapat diimplementasikan dan terus menjadi mitra KBRI dalam memberikan masukan konkret mengenai langkah yang perlu diambil.
Leave a comment