
Oleh: Divisi Media
Berikut adalah arahan Dubes Hermono, Dewan Penasehat ICMI Orwil Malaysia pada acara pelantikan Pengurus ICMI Orwil Malaysia periode 2024-2029 di Gedung KBRI Kuala Lumpur, No. 233 Jln Tun Razak, KL.
Kalau kita flashback, jika melihat 10 tahun pertama ICMI di bawah Prof Habibie, peran ICMI sangat signifikan. Ada koran Republika/koran ICMI. ICMI memberikan masukan kepada Presiden untuk kebijakan yang Islami, karena saat itu kita dianggap sekuler. Ada Pak Amien Rais, Adi Sasono, Marwah Daud, Jimly Assiddiqi dll. Namun setelah kepemimpinan awal ICMI itu, ada kecenderungan kiprah ICMI kurang dirasakan, dan agak sayup-sayup. ICMI adalah wadah cendekiawan, yang membedakannya dengan organisasi lain. Sederhananya publik memiliki ekspektasi yang tinggi karena label tersebut. Ini harus dijawab ICMI. Tidak hanya nama besar, namun ekspektasi tersebut harus dapat dipenuhi. Jangan terjadi asymetric expectation.
Dalam perjalanan bangsa kita, dalam menuju negara maju dengan ekonomi no. 4 di dunia; saat ini kita ada pesimisme, apakah hal tersebut dapat dicapai atau kita seperti negara lain yang mengalamai middle income trap (e.g. Afsel, Brazil dan Argentina). Dengan dinamika politik yang ada saat ini yang sudah transaksional. Reaksi dari kampus juga menyuarakan keprihatinannya. Panggilan terhadap ICMI semakin besar. Pada saat tuntutan publik besar, label cendekiawan ICMI harus dilihat sebagai tanggung jawab yang besar.
Catatan berikutnya, pada 1996 di Malaysia sudah ada ICMI. Saat ini dengan reborn, diharapkan ICMI bisa memberikan kontribusi dengan penyelesaian permasalahan di Malaysia. Jangan sampai ICMI yang sudah bangun ini sama dengan ICMI yang masih sayup sayup seperti sebelumnya. Ada berbagai perosalan ketenagakerjaan, pendidikan anak pekerja migran di Malaysia, dimana ICMI dapat berkontribusi.
Kita ingin melihat ICMI dapat berkontribusi secara kongkrit/tangible sehingga masarakat melihat ICMI hidup. Dalam menyusun rencana program kerja, diharapkan yang workable. Sesuai dengan sejarah ICMI yang dibentuk pada tahun 1990an. Selain itu, diharapkan ICMI menjadi mitra KBRI untuk memberikan masukan yang kongkrit, apa yang harus dilakukan KBRI KL. Sebagai mitra kecendekiawanan tentunya dapat berkontirbusi yang signifika dengan intelektualitas yang dimiliki. Selamat bertugas untuk semuanya.
Leave a comment