
Oleh: Divisi Media
Selamat atas pelantikan kepengurusan ICMI Malaysia! Pelantikan ini merupakan momen penting untuk melanjutkan kepemimpinan dan semangat yang telah digagas oleh B.J. Habibie, seorang tokoh visioner yang mendirikan ICMI dengan tekad untuk menyatukan keislaman dan kecendekiawanan dalam rangka memajukan umat dan bangsa. Kepengurusan ICMI yang baru diharapkan mampu mengemban amanah ini dengan langkah-langkah strategis yang dapat mewujudkan perpaduan antara nilai-nilai spiritual dan intelektual.
ICMI memiliki konsep 5K, yaitu kualitas iman, kualitas pikir, kualitas kerja, kualitas karya, dan kualitas hidup. Kelima aspek ini adalah landasan yang sempurna dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang mampu mengintegrasikan iman, takwa, serta ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek). Bonus demografi yang kini dihadapi Indonesia memberikan tantangan besar dalam memperkuat SDM, dan ICMI memiliki peran penting untuk membantu memanfaatkan potensi ini, seperti yang telah dilakukan oleh negara-negara maju seperti Korea Selatan, Jepang, dan China yang berhasil mengoptimalkan keuntungan dari bonus demografi mereka.
Dengan 5K, ICMI memiliki modal besar untuk mengembangkan kompetensi dan kapasitas SDM Indonesia, berasaskan kecendekiaan yang berfokus pada pemberdayaan sosial masyarakat. ICMI juga harus berada di garis terdepan dalam menanggapi berbagai isu global, termasuk implikasi dari konflik global yang tengah terjadi. Seperti yang pernah dibahas dalam pertemuan Wakil Menteri Luar Negeri Iran dan Paus mengenai isu-isu kemanusiaan, serta komunikasi yang terjalin antara Perdana Menteri Anwar Ibrahim dan pemimpin dunia lainnya, peran ICMI dalam merespons isu-isu ini menjadi sangat relevan.
Selain itu, ICMI telah banyak melakukan pengembangan pelatihan di berbagai bidang seperti kecerdasan buatan (AI) dan gaya hidup hijau (green lifestyle), yang merupakan bagian dari inovasi untuk menghadapi perubahan zaman. Politik, meskipun sering dilihat sebagai alat untuk pembangunan peradaban, tidak dapat dipisahkan dari peran ICMI dalam menjembatani koneksi antara kecendekiawanan dan politik guna menciptakan perubahan yang signifikan.
ICMI juga mendorong inovasi untuk percepatan transformasi desa, melalui pembangunan Desa Cendekiawan yang bertujuan mengupgrade SDM di pedesaan untuk berkontribusi dalam pembangunan bangsa. Semoga langkah-langkah ini menjadi ikhtiar yang kuat untuk membangun SDM yang inovatif dan berdaya saing, sehingga mampu mewujudkan Indonesia dengan talenta digital yang siap mengawal visi Indonesia Emas 2045.